TEKNIK PUBLISITAS

Perjalanan Ibadah Tepat pada hari sabtu pagi saya dan rombongan dari BJEC mendapatkan undangan dari Bapak H. Asim untuk datang ke Malang dalam rangka doa bersama untuk keluarga beliau. Saya dan rombongan berjumlah 8 orang, 4 laki- laki dan 4 wanita. Kami sepakat untuk berkumpul di BJEC jam 8 pagi, seperti biasanya jam yang ditentukan molor sampai jam 10, banyak alasan dari masing anggota rombongan, ada yang masih nyuci, ada yang nunggu antri mandinya, ada yang masih melayani konsumen dirental, malahan ada yang baru bangun tidur. Akhirnya lengkap sudah rombongan kami dan langsung menuju ke jalan raya untuk naik bis kota dari Pabrik kulit ke terminal Purabaya, kami duduk dibagian belakang dan ketika baru saja kami duduk, kondektur bis langsung meminta ongkos, salah seorang dari kami yang bertugas membawa uang (bendahara) membayarnya. Selang beberapa menit berlalu tiba-tiba bis berhenti, ternyata seorang penumpang turun dan bergantian naik ibu bersama anaknya yang masih kecil, kernet bis membantu anak kecil tersebut naik ke dalam bis. Lalu ibunya duduk dikursi agak tengah dan anaknya masih berdiri di sebelah ibunya karena bingung mau duduk sudah tidak ada kursi kosong. “ lungguh le” (jawa); duduk dik, kata kernet kepada anak kecil tersebut, dengan perasaan takut anak itu langsung duduk di tempat dimana ia tadi berdiri, yakni di jalan tengah dalam bis. Kami yang melihat anak kecil itu membangunkannya dan mengajak ke ibunya. Tidak lama kemudian bis yang kami naiki sampai di terminal Bungurasih. Bagitu panas dan ramai terminal Bungurasih pada saat itu, tepat pukul 10.26 kami langsung menuju peron lalu menuju bis antar kota yang menuju kota malang, kami naik dan bis pun berjalan. Seperti biasanya kondektur bis meminta ongkos dan bendahara kami memberikannya. Saya duduk bersama ust zaini, kebetulan kami berdua mempunyai selera yang sama ketika dalam bis yaitu makan tahu asin, jajanan khas dalam perjalanan itupun kami membelinya dan makan dengan sangat nikmat. Sampai juga kita di porong, jalan yang setiap hari menjadi penghambat perjalanan dari arah Surabaya menuju kota malang ataupun Banyuwangi. Perjalanan macet sangat lama, ditambah terik matahari yang panas membuat kami terasa dibakar didalam bis ekonomi yang kami tumpangi. Setelah melewati jalan porong kami terbebas dari kemacetan, bis melaju sangat kencang menuju kota malang, begitu juga angin cendela masuk dengan kencang menyegarkan badan kami. Rasa dingin sudah terasa dibadan kami itu menandakan kami sudah sampai dikota malang, kota yang terkenal dengan buah apel dan mempunyai suhu yang sangat dingin karena letak kota tersebut berada di daerah pegunungan. Jalan yang terus menanjak dan banyaknya pepohonan disamping kanan-kiri jalan semakin menambah rasa indah perjalanan. Kami tidak turun di terminal arjosari tetapi kami turun di pertigaan TASPEN, selanjutnya menuju desa gondang, sebelum bersilaturrahmi kerumah H. Asim kami berencana untuk terlebih dahulu mampir kerumah Ust Deden, beliau adalah anggota Da’i TPI yang sudah akrab dengan lembaga kami (BJEC). Pada saat hampir sampai di pertigaan taspen, kira-kira 1 Km kernet bis teriak-teriak “ Taspen- taspen- taspen”, kami berdiri maju dekat pintu turun. Si kernet bertanya kepada ust zaini “ turun mana pak?” “taspen” jawab ust zaini. Si kernet bilang “sini ya pak?” ust zaini dengan tenang menjawab “Iya pak”. Bis pun berhenti dan ust zaini langsung turun dan disusul anggota wanita yang lain, saya bertanya kepada kernet “ pertigaan taspen itu sini ya pak?” “lo pertigaan taspen ya mas, masih agak kesana mas”. Semua orang dalam bis teriak memanggil ust zaini yang agak tertinggal oleh bis yang masih berjalan pelan. Mungkin karena habis bangun tidur jadi agak tidak sadar, dan dari rombongan tersebut hanya ust zaini yang tau pertigaan taspen dimana kita turun. Akhirnya kami sampai di pertigaan taspen dan langsung naik angkot menuju rumah ust deden di daerah gondang. Kami menyewa angkot tersebut untuk mengantarkan kami sampai kerumah ust deden. Kami sampai ditempat ust deden dan saya langsung menuju kekamar mandi untuk mengambil wudhu karena belum shalat dhuhur jadi ya cepat-cepat. Terasa sangat dingin ketika saya membasuh wajah saya, dan sangat segar air dikota malang beda dengan air kota Surabaya. Kami shalat jamah dhuhur dan dilanjutkan dengan ramah-tamah sambil makan makanan yang dihidangkan. Jam didinding menunjukkan pukul 15.00, kami pun berpamitan untuk melanjutkan kerumah H. Asim. Dengan naik angkot yang tadi kami diantarkan sampai di perumahan River side, angkot dilarang masuk kedalam perumahan tersebut. Perumahan elit yang sangat megah kawasan tepi sungai yang indah dan sangat rindang penuh dengan Pepohonan hijau. Kami berfoto-foto didepan kawasan perumahan sambil menunggu mobil yang menjemput kami. Sayang sekali cuaca mendung dan hujan rintik pun jatuh membasahi keindahan kawasan perumahan tersebut. Mobil jemputan pun datang dan kami dibawa ke rumah H. asim, sambutan hangat dari keluarga beliau seolah-olah menghilangkan rasa dingin yang kami rasakan, disana kita langsung shalat ashar berlanjut dengan dzikir dan doa bersama. Setelah itu kita dijamu dengan makan sore bersama keluarga, sendau gurau dan ramenya suasana membuat kami sangat senang bisa berkunjung kerumah beliau. Beliau meminta kami untuk berfoto bersama, tapi sangat disayangkan kamera digital yang kami bawa batreinya low, habis ketika digunakan foto-foto didepan kawasan river side tadi. Muncul ide untuk pake kamera Hp saja, meskipun hasilnya kurang maksimal yang penting ada dokumentasinya. Serangkaian acara telah terlaksana semuanya, dan kami bergegas untuk pamit pulang kesurabaya. Kami diantarkan sampai jalan raya, sebelum naik bis ke Surabaya kami belanja oleh-oleh khas kota malang. Apel, kripik apel dan kerupuk tahu, itulah jajanan yang kami bawa pulang untuk oleh-oleh. Kami naik bis menuju Surabaya, rasa capek dan senang karena telah berkunjung kemalang membuat saya tertidur pulas didalam bis. Saya terbangun ketika sudah sampai Sidoarjo, berarti sebentar lagi sampai di Surabaya. Kami bersiap- siap untuk turun di terminal Bungurasih dan dilanjutkan naik bis kota turun di pabrik kulit. Sungguh perjalanan yang lelah dan menyenangkan, mulai dari kernet bis yang kacau sampai tobat berdzikir bersama keluarga H. Asim. TEKNIK PENULISAN PR FEATURES TRAVELLING MOH. IMRON HAMZAH B06208150 4H2 PR

Posted in PUBLISITAS | Leave a comment

PENELITIAN KOMUNIKASI (KUANTITATIF)

PERANAN BERITA LALU LINTAS SUFADA FM DALAM MENINGKATKAN KESADARAN TERTIB BERLALU LINTAS PADA MAHASISWA

(Studi Deskriptif pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya)

 

  1. A.    Latar  Belakang

Perkembangan teknologi informasi media dewasa ini memberikan andil yang sangat besar dalam perkembangan dan kemajuan komunikasi massa. Bukan saja media cetak seperti surat kabar dan majalah, akan tetapi juga radio dan televisi sebagai media elektronik. Kita dapat mendengar dan melihat informasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pertumbuhan pesat stasiun radio saat ini sudah merambah dikalangan instansi pemerintah bahkan dilingkungan kampus. Fakultas dakawah IAIN Sunan Ampel Surabaya juga mempunyai sebuah stasiun radio sendiri yaitu Sufada FM, sebagai media inforamasi dan komunikasi bagi mahasiswa dan seluruh civitas memberikan pilihan beragam masyarakat akan stasiun radio. Kegiatan siaran radio di Indonesia termasuk juga di Sufada FM diawasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga independent negara yang bertugas mengawasi segala penyiaran salah satunya radio. Tujuan penyiaran menurut KPI yang diamanatkan Undang-undang Nomor 32 tahun 2002 Pasal 3 adalah: “Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil, dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia”.

Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia membutuhkan  komunikasi agar terjadi hubungan yang harmonis, selain itu manusia juga membutuhkan lingkungan yang tertib dalam berlalu lintas. Untuk mewujudkan lingkungan yang tertib berlalu lintas diperlukan partisipasi dari masyarakat. Partisipasi masyarakat tidak mungkin timbul begitu saja tanpa adanya suatu kegiatan yang dapat memberikan motivasi atau membangkitkan kesadaran akan pentingnya ketertiban berkendara di jalan raya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tersebut dapat dilakukan melalui penyebaran informasi yang sudah dirancang sebelumnya. Informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat salah satunya dapat disampaikan melalui media massa elektronik berupa radio.

Informasi tentang manfaat keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang disampaikan kepada masyarakat luas melalui stasiun radio secara terus menerus, diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi terwujudnya Kamseltibcarlantas bagi kehidupan manusia dalam berlalu lintas.

Sesuai dengan fungsinya, radio sebagai media massa elektronik memiliki empat fungsi yakni memberikan informasi, mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Sesuai dengan salah satu fungsinya yakni mendidik, maka radio khususnya Stasiun Sufada FM juga tidak terlepas dari fungsi medidik masyarakat terutama masyarakat yang berada dalam jangkauan siarannya.

Stasiun Sufada FM dengan salah satu program acaranya “Taat Marka” yang sering menyampaikan informasi tentang Penyuluhan Lalu Lintas dan Kampanye Tertib Lalu Lintas, berperan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya arti tertib berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan raya lainnya (masyarakat).

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

“Sejauh mana peranan berita lalu lintas di stasiun radio Sufada FM dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat”.

  1. C.    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah :

– Untuk mengetahui peranan Acara Taat Marka  yang disiarkan oleh Sufada FM , khususnya dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

– Untuk melihat kesadaran tertib berlalu lintas Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

  1. D.    Manfaat Penelitian

– Manfaat Teoritis : Dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan bidang ilmu komunikasi.

– Manfaat Praktis : Sebagai sarana penyebarluasan informasi tentang lalu lintas kepada masyarakat.

  1. E.     Kerangka Teoritis
    1. Radio Sebagai Sarana Komunikasi Massa

Salah satu sarana komunikasi massa, yang digunakan sebagai penyampai informasi atau pesan yang ditujukan kepada sejumlah orang (massa) adalah radio. Menurut Effendy (2003), komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa. Sejalan dengan pendapat Rahmat (2004), pengertian komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, anonim, melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Apabila kedua pendapat ahli komunikasi tersebut digabungkan, maka dapat disimpulkan peranan penting radio yakni sebagai salah satu media elektronik yang merupakan sarana komunikasi massa.

Sebagai media komunikasi massa, maka radio mempunyai ciri sebagai berikut :

  1. Komunikasi berlangsung satu arah, berbeda dengan komunikasi antar personal yang berlangusng dua arah.
  2. Komunikator pada komunikasi massa yang berlangsung melalui radio melembaga, artinya mewakili organisasi radio.
  3. Pesan atu informasi yang disampaikan melalui media radio bersifat umum, artinya untuk kepentingan orang banyak (massa).
  4. Pesan yang disampaikan kepada pendengar atau komunikan sampainya serentak.
  5. Komunikan (pendengar radio) bersifat heterogen, artinya antar satu pendengar dengan pendengar lain tidak saling mengenal, lokasi terpencar, terdapat perbedaan dalam hal : usia, jenis kelamin dan pendidikan.
  6. Fungsi Radio

Radio merupakan sarana komunikasi massa yang berfungsi untuk memberikan informasi mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Dalam hal memberikan informasi radio menyajikan acara seperti warta berita. Kemudian fungsi mendidik, acara yang disajikan berhubungan dengan upaya untuk mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan masyarakat pendengar acara kuis misalnya. Fungsi menghibur, materi siaran radio dapat berupa pemutaran lagu-lagu. Selanjutnya fungsi mempengaruhi, bahwa siaran radio dapat mengajak atau mengimbau masyarakat luas untuk melakukan suatu kegiatan, yang dapat meningkatkan pembangunan di segala sektor.

  1. Keunggulan Radio

Beberapa faktor yang membuat radio unggul adalah:

  1. Daya Langsung

Dalam mencapai sasaran (pendengar) untuk penyampaian suatu pesan atau informasi, tidak mengalami proses yang sulit bila dibandingkan dengan penyebaran informasi melalui media massa lainnya. Hal ini memungkinkan informasi yang disiarkan mellaui radio dapat langsung diterima oleh pendengarnya. Sedangkan jika terdapat berita penting dapat dilakukan penyiaran secara stop press pada saat siaran berlangsung dan dapat dilakukan berulang-ulang.

  1. Daya Tembus

Siaran radio tidak mengenal jarak dan rintangan, tidak terbatas ruang atau dengan kata lain siarannya mampu menjangkau hingga ke pelosok kota / tempat yang jauh sesuai daya jangkaunya.

  1. Daya Tarik

Keunggulan lain dari siaran radio adalah mempunyai daya tarik berupa musik, kata-kata dan efek suara. Selain itu pesawat radio dewasa ini harganya relatif murah, dapat didengar sambil santai, mengendarai mobil, bekerja, atau sambil tidur-tiduran.

  1. Kelemahan Radio

Selain memiliki keunggulan, radio sebagai sarana komunikasi massa juga memiliki kelemahan diantaranya :

  1. Pesan yang disampaikan hanya sepintas.

Siaran radio hanya bersifat auditif, sehingga pesan yang disampaikan hanya sepintas. Bila ada pesan yang hanya sempat didengar sepotong maka pesan tersebut tidak dapat dimengerti secara utuh. Selain itu, jika ada pendengar radio kurang paham akan informasi atau pesan melalui radio, maka pendengar tidak dapat meminta informasi tersebut diulang kembali. Hal ini terjadi karena penyiar tidak mengetahui pendengarnya, menjadikan apa yang diuraikan begitu didengar begitu pula berlalu.

  1. Mengandung gangguan.

Setiap kegiatan komunikasi termasuk yang melalui media radio selalui mengalami gangguan. Ada dua faktor yang dapat mengganggu kegiatan komunikasi melalui radio, yaitu :

– Gangguan Mekanik (mechanical, channel noise)

Gangguan mekanik adalah gangguan yang disebabkan saluran komunikasi
Atau kegaduhan yang bersifat fisik.

Sebagai contoh : gangguan suara ganda (interferensi) pada pesawat radio yang disebabkan dua pemancar yang berdekatan gelombangnya.

– Gangguan Semantik (semantic noise)

Gangguan semantik bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pesannya
menjadi rusak. Gangguan semantik tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa.

Akibat kedua gangguan tersebut, menjadikan informasi atau pesan yang disampaikan melalui radio terhambat diterima pendengar, kondisi tersebut mengakibatkan komunikasi tidak berjalan lancar.

  1. Efek Siaran Radio

Setiap kegiatan komunikasi bertujuan untuk menghasilkan efek, dalam hal ini tentu saja efek positif yang akan dicapai. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pihak pengelola siaran radio harus memahami terlebih dahulu keadaan komunikannya, sehingga rancangan acara yang akan disiarkan merupakan program atau materi yang tepat untuk pendengarnya. Untuk memahami keadaan komunikan, perlu diketahui sifat-sifat pendengar/masyarakat sebagai berikut:

  1. Heterogen.

Karena pendengar radio adalah massa atau sejumlah orang, maka perlu gaya bahasa yang tepat. Hal ini disebabkan sifat pendengar yang heterogen, baik tempat tinggal, pengalaman, pendidikan, usia dan jenis kelamin. Dengan mengetahui keadaan ini maka dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan gaya bahasa dan waktu yang tepat dalam penyiaranpesan atau informasi.

  1. Pribadi.

Sifat pendengar radio adalah pribadi, artinya individu. Hal ini disebabkan tempatnya yang terpencar. Untuk itu pengelola radio perlu bersikap akrab dalam penyampaian informasi sehingga tercipta suasana harmonis antara penyiar yang mewakili stasiun radio dan pendengarnya.

  1. Aktif.

Aktif berarti bahwa pendengar radio selalu berfikir dan aktif melakukan interpretasi terhadap suatu informasi atau pesan yang diterimanya, kemudian pendengar berfikir apakah yang diterimanya itu benar atau tidak.

  1. Selektif.

Sifat terakhir dari pendengar radio adalah selektif, ini berarti bahwa pendengar radio bebeas memilih siaran radio yang disuakainya. Sebagai contoh jika suatu program atau acara siaran suatu stasiun radio tidak memenuhi selera pendengar, maka pendengar akan beralih ke program siaran radio lain.

  1. Teori Uses, Gratifications and Depedency

Salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan serimg digunakan sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah uses and gratifications. Pendekatan uses and gratifications menekankan riset komunikasi massa pada konsumen pesan atau komunikasi dan tidak begitu memperhatikan mengenai pesannya. Kajian yang dilakukan dalam ranah uses and gratifications mencoba untuk menjawab pertanyan : “Mengapa orang menggunakan media dan apa yang mereka gunakan untuk media?” (McQuail, 2002 : 388). Di sini sikap dasarnya diringkas sebagai berikut :

Studi pengaruh yang klasik pada mulanya mempunyai anggapan bahwa konsumen media, bukannya pesan media, sebagai titik awal kajian dalam komunikasi massa. Dalam kajian ini yang diteliti adalah perilaku komunikasi khalayak dalam relasinya dengan pengalaman langsungnya dengan media massa. Khalayak diasumsikan sebagai bagian dari khalayak yang aktif dalam memanfaatkan muatan media, bukannya secara pasif saat mengkonsumsi media massa(Rubin dalam Littlejohn, 1996 : 345).

Di sini khalayak diasumsikan sebagai aktif dan diarahkan oleh tujuan. Anggota khalayak dianggap memiliki tanggung jawab sendiri dalam mengadakan pemilihan terhadap media massa untuk mengetahui kebutuhannya, memenuhi kebutuhannya dan bagaimana cara memenuhinya. Media massa dianggap sebagai hanya sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan individu dan individu boleh memenuhi kebutuhan mereka melalui media massa atau dengan suatu cara lain. Riset yang dilakukan dengan pendekatan ini pertama kali dilakukan pada tahun 1940-an oleh Paul Lazarfeld yang meneliti alasan masyarakat terhadap acara radio berupa opera sabun dan kuis serta alasan mereka membaca berita di surat kabar (McQuail, 2002 : 387). Kebanyakan perempuan yang mendengarkan opera sabun di radio beralasan bahwa dengan mendengarkan opera sabun mereka dapat memperoleh gambaran ibu rumah tangga dan istri yang ideal atau dengan mendengarkan opera sabun mereka merasa dapat melepas segala emosi yang mereka miliki. Sedangkan para pembaca surat kabar beralasan bahwa dengan membeca surat kabar mereka selain mendapat informasi yang berguna, mereka juga mendapatkan rasa aman, saling berbagai informasi dan rutinitas keseharian (McQuail, 2002 : 387).

Riset yang lebih mutakhir dilakukan oleh Dennis McQuail dan kawan-kawan dan mereka menemukan empat tipologi motivasi khalayak yang terangkum dalam skema media – persons interactions sebagai berikut :

Diversion, yaitu melepaskan diri dari rutinitas dan masalah; sarana pelepasan emosi

Personal relationships, yaitu persahabatan; kegunaan social

Personal identity, yaitu referensi diri; eksplorasi realitas; penguatan nilai

Surveillance (bentuk-bentuk pencarian informasi) (McQuail, 2002: 388).

Seperti yang telah kita diskusikan di atas, uses and gratifications merupakan suatu gagasan menarik, tetapi pendekatan ini tidak mampu melakukan eksplorasi terhadap berbagai hal secara lebih mendalam. Untuk itu mari sekarang kita mendiskusikan beberapa perluasan dari pendekatan yang dilakukan dengan teori uses and gratifications.

  1. F.     Definisi Operasional
    1. Berita Radio

Mendefinisikan pengertian berita menurut Dja’far Assegaf (1999) adalah ”sebagai suatu kenyataan atau ide yang dapat menarik perhatian sebagian besar pembaca”. Berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting yang dapat menarik perhatian umum”.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa berita merupakan laporan tentang suatu kejadian atau peristiwa yang aktual, luar biasa dan menarik perhatian. Apabila diperhatikan secara seksama, maka berita radio juga termasuk dalam kategori ini, karena berita radio disiarkan untuk kepentingan umum. Hanya saja berita untuk radio memiliki gaya tersendiri, yaitu disebut dengan ”radio style” atau ”gaya radio”(Effendy, 1983:86).

Berdasarkan sifat radio yang auditif, dan mengandung gangguan maka berita radio menggunakan :

– kata-kata yang sederhana

– angka-angka yang dibulatkan

– kalimat-kalimat yang ringkas

– susunan kalimat yang akurat

– susunan kalimat yang bergaya obrolan

Berdasarkan sifat pendengar radio yang heterogen, pribadi, aktif dan selektif, maka naskah radio menggunakan :

– kata-kata yang umum dan lazim dipakai

– kata-kata yang tidak melanggar kesopanan

– kata-kata yang mengesankan

– pengulangan kata yang penting

– susunan kalimat yang logis

Berdasarkan kepada hal diatas, maka berita radio akan mudah didengar oleh sasaran, kemudian mengerti, tergeraknya minat, akhirnya jika berita itu bermanfaat menurut pemikiran pendengar, maka pendengar akan mencoba melakukan apa yang disiarkan dalam suatu naskah berita.

  1. G.    Metode Penelitian
    1. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya. Lokasi penelitian adalah Fakultas Dakwah Prodi Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya., yang beralamat di Jl. A. Yani No 117 Surabaya. Penelitian ini berlangsung dari Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2010.

  1. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran pada penelitian ini dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut:

–     Sufada FM

–          Program acara Taat Marka

–          Pendengar

–          Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa Tentang Tata Cara Hukum dan Peraturan Berlalu Lintas

  1. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei korelasional yang mengambil sampel dari suatu populasi sehingga penelitian ini dapat menjelaskan hubungan antar variabel. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan yang terjalin antara variabel-variabelnya ada atau tidak ada hubungan. Apabila ada, seberapa erat hubungannya serta cukup berarti atau tidak hubungan tersebut.

  1. Populasi Dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 300 sampel (dari 900 jumlah mahasiswa). Penentuan 300 tersebut diperoleh dari jumlah seluruh mahasiswa yang datang pada hari kuesioner disebar, dan dari pengembalian kuesioner yang telah diisi jawaban oleh masing-masing sampel (mahasiswa yang datang berjumlah 300 orang).

  1. Teknik Pengumpulan Data

Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dikelompokkan dalam data primer dan data skunder.

  1. Data Primer

Adalah data penelitian yang berupa informasi yang didapat dari responden yang diteliti:

–          Angket

  1. Data Skunder

Adalah data yang diperoleh dari :

–          Observasi

–          Dokumentasi

  1. Populasi Dan Sampel

Dalam Penelitian ini yan dijadikan populasi adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya. yang berjumlah 900 orang. Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini penulis menentukan dari jumlah mahasiswa yang datang pada saat hari penyebaran kuesioner dilakukan, yaitu 300 orang.

Sekitar 600 mahasiswa tidak datang, hal ini disebabkan ada sebagian yang sakit dan sebagian lagi ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan. Jadi sampel yang penulis gunakan adalah 300 sampel.

  1. Teknik Analisis Data

Untuk skor terhadap jawaban reponden penulis membedakannya menjadi 3 tingkatan, dengan nilai 1, 3 dan 5 yaitu:

  1. Nilai 1 mempunyai arti kurang atau rendah
  2. Nilai 3 mempunyai arti cukup atau sedang
  3. Nilai 5 mempunyai arti besar atau tinggi

Masalah:

Sejauh mana peranan berita lalu lintas di stasiun radio Sufada FM dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat.

Hipotesis H0

Untuk melihat hubungan yang terjalin antar variabel-variabelnya ada atau tidak hubungan. Apabila ada, seberapa erat hubungannya serta cukup berarti atau tidak hubungan tersebut.

Hipotesis H1

Semakin tinggi tingkat partisipasinya, maka semakin menunjukan hasil daripada isi program berita Taat Marka di radio Sufada FM.

Posted in PENELITIAN | Leave a comment

FILSAFAT KOMUNIKASI

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  Pengertian Filsafat dan Komunikasi

  1. Filsafat

Secara epistimologi filsafat terdiri dari dua kata yaitu Philein = mencintai; sophos = kearifan/kebijaksanaan. Jadi filsafat adalah usaha untuk mencintai kearifan.

Selanjutnya adalah Ciri-ciri Berpikir Filsafat :

  • Radikal; sampai ke akar persoalan
  • Kritis; tanggap thd persoalan yg berkembang
  • Rasional; sejauh dpt dijangkau akal mns
  • Reflektif; mencerminkan pengalaman pribadi.
  • Konseptual; hasil konstruksi pemikiran
  • Koheren; runtut, berurutan.
  • Konsisten; berpikir lurus/tdk berlawanan.
  • Sistematis; saling berkaitan.
  • Metodis; ada cara utk memperoleh kebenaran.
  • Komprehensif; menyeluruh
  • Bebas & bertanggungjawab

 

  1. Komunikasi

Dalam definisi kontemporer, komunikasi merujuk pada cara berbagi pikiran, makna, pesan dianut secara sama. Sedangkan dalam makna lain, komunikasi yang dalam bahasa Inggris communication dan dalam bahasa Belanda communicate, berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini berarti sama dalam makna (Effendi, 2004:41).

Secara terminologis, para ahli telah mendefinikan komunikasi dalam berbagai prespektif. Dalam prespektif filsafat, komunikasi dimaknai untuk mempersoalkan apakah hakikat komunikator/komunikan, dan bagaimana ia menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan realitas lain di alam semesta (Rakhmat, 1997: 8).

 

B.  Hakekat Filsafat Komunikasi

Menurut Prof. Onong Uchjana Effendy, MA, dalam bukunya “Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi”, bahwa “Filsafat Komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analisis, kritis, dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, teknik dan perannya.

 

C.  Filsafat sebagai akar ilmu komunikasi 

Para ahli sepakat bahwa landasan ilmu komunikasi yang pertama adalah filsafat. Filsafat melandasi ilmu komunikasi dari domain ethos, pathos, dan logos dari teori Aristoteles dan Plato. Ethos merupakan komponenfilsafat yang mengajarkan ilmuwan tentang pentingnya rambu-rambu normative dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang kemudian menjadi kunci utama bagi hubungan antara ilmu dan masyarakat. Pathos merupakan komponen filsafat yang menyangkut aspek emosi atau rasa yang ada dalam diri manusia sebagai makhluk yang senantiasa mencintai keindahan, penghargaan, yang dengan ini manusia berpeluang untuk melakukan improvisasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Logos merupakan komponen filsafat yang membimbing para ilmuwan untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan pada pemikiran yang bersifat nalar dan rasional, yang dicirikan oleh argument-argumen yang logis.
Komponen yang lain dari filsafat adalah komponen piker, yang terdiri dari etika, logika, dan estetika, Komponen ini bersinegri dengan aspek kajian ontologi (keapaan), epistemologi (kebagaimanaan), dan aksiologi (kegunaan atau kemanfaatan).

Pada dasarnya filsafat komunikasi memberikan pengetahuan tentang kedudukan Ilmu Komunikasi dari perspektif epistemology:

  1. Ontologis: What It Is?

Ontologi berarti studi tentang arti “ada” dan “berada”, tentang cirri-ciri esensial dari yang ada dalam dirinya sendiri, menurut bentuknya yang paling abstrak (Suparlan: 2005). Ontolgi sendiri berarti memahami hakikat jenis ilmu pengetahuan itu sendiri yang dalam hal ini adalah Ilmu Komunikasi.

Ilmu komunikasi dipahami melalui objek materi dan objek formal. Secara ontologism, Ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda. Sementara objek forma melihat Ilmu Komunikasi sebagai suatu sudut pandang (point of view), yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri.

Contoh relevan aspek ontologis Ilmu Komunikasi adalah sejarah ilmu Komunikasi, Founding Father, Teori Komunikasi, Tradisi Ilmu Komunikasi, Komunikasi Manusia, dll.

  1. Epistemologis: How To Get?

Hakikat pribadi ilmu (Komunikasi) yaitu berkaitan dengan pengetahuan mengenai pengetahuan ilmu (Komunikasi) sendiri atau Theory of Knowledge. Persoalan utama epsitemologis Ilmu Komunikasi adalah mengenai persoalan apa yang dapat ita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya, “what can we know, and how do we know it?” (Lacey: 1976). Menurut Lacey, hal-hal yang terkait meliputi “belief, understanding, reson, judgement, sensation, imagination, supposing, guesting, learning, and forgetting”.

Secara sederhana sebetulnya perdebatan mengenai epistemology Ilmu Komunikasi sudah sejak kemunculan Komunikasi sebagai ilmu. Perdebatan apakah Ilmu Komunikasi adalah sebuah ilmu atau bukan sangat erat kaitannya dengan bagaimana proses penetapan suatu bidang menjadi sebuah ilmu. Dilihat sejarahnya, maka Ilmu Komunikasi dikatakan sebagai ilmu tidak terlepas dari ilmu-ilmu social yang terlebih dahulu ada. pengaruh Sosiologi dan Psikologi sangat berkontribusi atas lahirnya ilmu ini. Bahkan nama-nama seperti Laswell, Schramm, Hovland, Freud, sangat besar pengaruhnya atas perkembangan keilmuan Komunikasi. Dan memang, Komunikasi ditelaah lebih jauh menjadi sebuah ilmu baru oada abad ke-19 di daratan Amerika yang sangat erat kaitannya dengan aspek aksiologis ilmu ini sendiri.

Contoh konkret epistemologis dalam Ilmu Komunikasi dapat dilihat dari proses perkembangan kajian keilmuan Komunikasi di Amerika (Lihat History of Communication, Griffin: 2002). Kajian Komunikasi yang dipelajari untuk kepentingan manusia pada masa peperangan semakin meneguhkan Komunikasi menjadi sebuah ilmu.

  1. Aksiologis: What For?

Hakikat individual ilmu pengetahuan yang bersitaf etik terkait aspek kebermanfaat ilmu itu sendiri. Seperti yang telah disinggung pada aspek epistemologis bahwa aspek aksiologis sangat terkait dengan tujuan pragmatic filosofis yaitu azas kebermanfaatan dengan tujuan kepentingan manusia itu sendiri. Perkembangan ilmu Komunikasi erat kaitannya dengan kebutuhan manusia akan komunikasi.

Kebutuhan memengaruhi (persuasive), retoris (public speaking), spreading of information, propaganda, adalah sebagian kecil dari manfaat Ilmu Komunikasi. Secara pragmatis, aspek aksiologis dari Ilmu Komunikasi terjawab seiring perkembangan kebutuhan manusia.

BAB III

PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Jadi Filsafat komunikasi merupakan suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara mendalam (verstehen) mengenai teori dan proses komunikasi. Selanjutnya menurut Departemen of Communication University of Hawaii menyatakan “Communication as a social science”, yaitu mencakupi tiga kriteria bidang komunikasi sebagai suatu ilmu sosial, antara lain:

  1. The field of study is theory based Bidang studi komunikasi yang berdasarkan teori.
  2. The field of study is grounded in quantitive or empirical analysis Bidang studi komunikasi berlandaskan kuantitatif atau analisis empiris.
  3. The field of study has a recognized tradition Bidang studi komunikasi mempunyai tradisi yang sudah diakui.

 

Daftar Pustaka

 

Suhartono, Suparlan. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Ar Ruzz. 2005.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung. Remaja Rosdakarya..2001.

Effendy, Onong Uchyana. Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung. Remaja Rosdakarya. 1994

Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Edisi Revisi. Jakarta. Raja Grafindo Persada. 2008.

http://rahmasyilla.wordpress.com/2010/02/03/hakekat-filsafat-komunikasi/#more-192

http://defickry.wordpress.com/2007/08/23/filsafat-dan-komunikasi/

http://fajardawn.blogspot.com/2009/05/hakikat-komunikasi.html

Posted in FILSAFAT | 1 Comment

Yahudi lebih pintar

Perang panjang dengan Yahudi entah berlanjut sampai berapa generasi. Baik Israel maupun Palestina sadar dengan hal itu. Bagaimana dengan Indonesia?

Artikel DR Stephen Carr Continue reading

Posted in Ilmu Agama Islam | Leave a comment

E- Learning

elearningElearning, Keberadaan ICT mendorong perkembangan di berbagai bidang salah satunya adalah di bidang pendidikan, salah satu isu yang berkembang adalah pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan melalui e-Learning.

Perkembangan e-Learning sendiri sebenarnya sangat erat kaitannya dengan perkembangan ICT Continue reading

Posted in Ilmu Komputer | Leave a comment

Indonesia Ultah

logo-hut-ri-64-125 Sungguh generasi muda bangsa yang sangat mulia bila masih punya rasa simpati atas negara nya. pemuda identik dengan “sak karepe dewe” semaunya sendiri. Nah….. sekarang kita bangkitkan semangat muda yang ppenuh dengan inspirasi dalam mengisi kemerdekaan negara Indonesia tercinta yang ke-64 tahun. semoga indonesia yang salama ini dirasa kurang mempunyai taste. tunujkkan taste mu wahai pemuda……

Posted in General | Leave a comment

Cara Membuat Email Dengan Domain Sendiri (nama@domainmu.com)

Tentunya kita pingin dong punya email dengan nama domain kita sendiri, misal namamu@domainmu.com. Nha sekarang ini google menyediakan fasilitas untuk membuat email seperti itu dengan cara yang lumayan mudah. Tapi sayangnya saat ini fasilitas tersebut belum bisa digunakan untuk blog yg masih menggunakan domain blabla.blogspot.com. Fasilitas ini hanya untuk yang memiliki domain sendiri, misal domainmu.com , .net. .org . dan top level doamin lainnya. Makanya itu bagi yang pengen, cepetan beli domain, aku sarankan beli di dodoldomain.com, Continue reading

Posted in Ilmu Komputer | 3 Comments