PENELITIAN KOMUNIKASI (KUANTITATIF)

PERANAN BERITA LALU LINTAS SUFADA FM DALAM MENINGKATKAN KESADARAN TERTIB BERLALU LINTAS PADA MAHASISWA

(Studi Deskriptif pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya)

 

  1. A.    Latar  Belakang

Perkembangan teknologi informasi media dewasa ini memberikan andil yang sangat besar dalam perkembangan dan kemajuan komunikasi massa. Bukan saja media cetak seperti surat kabar dan majalah, akan tetapi juga radio dan televisi sebagai media elektronik. Kita dapat mendengar dan melihat informasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pertumbuhan pesat stasiun radio saat ini sudah merambah dikalangan instansi pemerintah bahkan dilingkungan kampus. Fakultas dakawah IAIN Sunan Ampel Surabaya juga mempunyai sebuah stasiun radio sendiri yaitu Sufada FM, sebagai media inforamasi dan komunikasi bagi mahasiswa dan seluruh civitas memberikan pilihan beragam masyarakat akan stasiun radio. Kegiatan siaran radio di Indonesia termasuk juga di Sufada FM diawasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga independent negara yang bertugas mengawasi segala penyiaran salah satunya radio. Tujuan penyiaran menurut KPI yang diamanatkan Undang-undang Nomor 32 tahun 2002 Pasal 3 adalah: “Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil, dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia”.

Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia membutuhkan  komunikasi agar terjadi hubungan yang harmonis, selain itu manusia juga membutuhkan lingkungan yang tertib dalam berlalu lintas. Untuk mewujudkan lingkungan yang tertib berlalu lintas diperlukan partisipasi dari masyarakat. Partisipasi masyarakat tidak mungkin timbul begitu saja tanpa adanya suatu kegiatan yang dapat memberikan motivasi atau membangkitkan kesadaran akan pentingnya ketertiban berkendara di jalan raya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tersebut dapat dilakukan melalui penyebaran informasi yang sudah dirancang sebelumnya. Informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat salah satunya dapat disampaikan melalui media massa elektronik berupa radio.

Informasi tentang manfaat keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang disampaikan kepada masyarakat luas melalui stasiun radio secara terus menerus, diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi terwujudnya Kamseltibcarlantas bagi kehidupan manusia dalam berlalu lintas.

Sesuai dengan fungsinya, radio sebagai media massa elektronik memiliki empat fungsi yakni memberikan informasi, mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Sesuai dengan salah satu fungsinya yakni mendidik, maka radio khususnya Stasiun Sufada FM juga tidak terlepas dari fungsi medidik masyarakat terutama masyarakat yang berada dalam jangkauan siarannya.

Stasiun Sufada FM dengan salah satu program acaranya “Taat Marka” yang sering menyampaikan informasi tentang Penyuluhan Lalu Lintas dan Kampanye Tertib Lalu Lintas, berperan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya arti tertib berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan raya lainnya (masyarakat).

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

“Sejauh mana peranan berita lalu lintas di stasiun radio Sufada FM dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat”.

  1. C.    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah :

– Untuk mengetahui peranan Acara Taat Marka  yang disiarkan oleh Sufada FM , khususnya dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

– Untuk melihat kesadaran tertib berlalu lintas Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

  1. D.    Manfaat Penelitian

– Manfaat Teoritis : Dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan bidang ilmu komunikasi.

– Manfaat Praktis : Sebagai sarana penyebarluasan informasi tentang lalu lintas kepada masyarakat.

  1. E.     Kerangka Teoritis
    1. Radio Sebagai Sarana Komunikasi Massa

Salah satu sarana komunikasi massa, yang digunakan sebagai penyampai informasi atau pesan yang ditujukan kepada sejumlah orang (massa) adalah radio. Menurut Effendy (2003), komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa. Sejalan dengan pendapat Rahmat (2004), pengertian komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, anonim, melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Apabila kedua pendapat ahli komunikasi tersebut digabungkan, maka dapat disimpulkan peranan penting radio yakni sebagai salah satu media elektronik yang merupakan sarana komunikasi massa.

Sebagai media komunikasi massa, maka radio mempunyai ciri sebagai berikut :

  1. Komunikasi berlangsung satu arah, berbeda dengan komunikasi antar personal yang berlangusng dua arah.
  2. Komunikator pada komunikasi massa yang berlangsung melalui radio melembaga, artinya mewakili organisasi radio.
  3. Pesan atu informasi yang disampaikan melalui media radio bersifat umum, artinya untuk kepentingan orang banyak (massa).
  4. Pesan yang disampaikan kepada pendengar atau komunikan sampainya serentak.
  5. Komunikan (pendengar radio) bersifat heterogen, artinya antar satu pendengar dengan pendengar lain tidak saling mengenal, lokasi terpencar, terdapat perbedaan dalam hal : usia, jenis kelamin dan pendidikan.
  6. Fungsi Radio

Radio merupakan sarana komunikasi massa yang berfungsi untuk memberikan informasi mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Dalam hal memberikan informasi radio menyajikan acara seperti warta berita. Kemudian fungsi mendidik, acara yang disajikan berhubungan dengan upaya untuk mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan masyarakat pendengar acara kuis misalnya. Fungsi menghibur, materi siaran radio dapat berupa pemutaran lagu-lagu. Selanjutnya fungsi mempengaruhi, bahwa siaran radio dapat mengajak atau mengimbau masyarakat luas untuk melakukan suatu kegiatan, yang dapat meningkatkan pembangunan di segala sektor.

  1. Keunggulan Radio

Beberapa faktor yang membuat radio unggul adalah:

  1. Daya Langsung

Dalam mencapai sasaran (pendengar) untuk penyampaian suatu pesan atau informasi, tidak mengalami proses yang sulit bila dibandingkan dengan penyebaran informasi melalui media massa lainnya. Hal ini memungkinkan informasi yang disiarkan mellaui radio dapat langsung diterima oleh pendengarnya. Sedangkan jika terdapat berita penting dapat dilakukan penyiaran secara stop press pada saat siaran berlangsung dan dapat dilakukan berulang-ulang.

  1. Daya Tembus

Siaran radio tidak mengenal jarak dan rintangan, tidak terbatas ruang atau dengan kata lain siarannya mampu menjangkau hingga ke pelosok kota / tempat yang jauh sesuai daya jangkaunya.

  1. Daya Tarik

Keunggulan lain dari siaran radio adalah mempunyai daya tarik berupa musik, kata-kata dan efek suara. Selain itu pesawat radio dewasa ini harganya relatif murah, dapat didengar sambil santai, mengendarai mobil, bekerja, atau sambil tidur-tiduran.

  1. Kelemahan Radio

Selain memiliki keunggulan, radio sebagai sarana komunikasi massa juga memiliki kelemahan diantaranya :

  1. Pesan yang disampaikan hanya sepintas.

Siaran radio hanya bersifat auditif, sehingga pesan yang disampaikan hanya sepintas. Bila ada pesan yang hanya sempat didengar sepotong maka pesan tersebut tidak dapat dimengerti secara utuh. Selain itu, jika ada pendengar radio kurang paham akan informasi atau pesan melalui radio, maka pendengar tidak dapat meminta informasi tersebut diulang kembali. Hal ini terjadi karena penyiar tidak mengetahui pendengarnya, menjadikan apa yang diuraikan begitu didengar begitu pula berlalu.

  1. Mengandung gangguan.

Setiap kegiatan komunikasi termasuk yang melalui media radio selalui mengalami gangguan. Ada dua faktor yang dapat mengganggu kegiatan komunikasi melalui radio, yaitu :

– Gangguan Mekanik (mechanical, channel noise)

Gangguan mekanik adalah gangguan yang disebabkan saluran komunikasi
Atau kegaduhan yang bersifat fisik.

Sebagai contoh : gangguan suara ganda (interferensi) pada pesawat radio yang disebabkan dua pemancar yang berdekatan gelombangnya.

– Gangguan Semantik (semantic noise)

Gangguan semantik bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pesannya
menjadi rusak. Gangguan semantik tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa.

Akibat kedua gangguan tersebut, menjadikan informasi atau pesan yang disampaikan melalui radio terhambat diterima pendengar, kondisi tersebut mengakibatkan komunikasi tidak berjalan lancar.

  1. Efek Siaran Radio

Setiap kegiatan komunikasi bertujuan untuk menghasilkan efek, dalam hal ini tentu saja efek positif yang akan dicapai. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pihak pengelola siaran radio harus memahami terlebih dahulu keadaan komunikannya, sehingga rancangan acara yang akan disiarkan merupakan program atau materi yang tepat untuk pendengarnya. Untuk memahami keadaan komunikan, perlu diketahui sifat-sifat pendengar/masyarakat sebagai berikut:

  1. Heterogen.

Karena pendengar radio adalah massa atau sejumlah orang, maka perlu gaya bahasa yang tepat. Hal ini disebabkan sifat pendengar yang heterogen, baik tempat tinggal, pengalaman, pendidikan, usia dan jenis kelamin. Dengan mengetahui keadaan ini maka dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan gaya bahasa dan waktu yang tepat dalam penyiaranpesan atau informasi.

  1. Pribadi.

Sifat pendengar radio adalah pribadi, artinya individu. Hal ini disebabkan tempatnya yang terpencar. Untuk itu pengelola radio perlu bersikap akrab dalam penyampaian informasi sehingga tercipta suasana harmonis antara penyiar yang mewakili stasiun radio dan pendengarnya.

  1. Aktif.

Aktif berarti bahwa pendengar radio selalu berfikir dan aktif melakukan interpretasi terhadap suatu informasi atau pesan yang diterimanya, kemudian pendengar berfikir apakah yang diterimanya itu benar atau tidak.

  1. Selektif.

Sifat terakhir dari pendengar radio adalah selektif, ini berarti bahwa pendengar radio bebeas memilih siaran radio yang disuakainya. Sebagai contoh jika suatu program atau acara siaran suatu stasiun radio tidak memenuhi selera pendengar, maka pendengar akan beralih ke program siaran radio lain.

  1. Teori Uses, Gratifications and Depedency

Salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan serimg digunakan sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah uses and gratifications. Pendekatan uses and gratifications menekankan riset komunikasi massa pada konsumen pesan atau komunikasi dan tidak begitu memperhatikan mengenai pesannya. Kajian yang dilakukan dalam ranah uses and gratifications mencoba untuk menjawab pertanyan : “Mengapa orang menggunakan media dan apa yang mereka gunakan untuk media?” (McQuail, 2002 : 388). Di sini sikap dasarnya diringkas sebagai berikut :

Studi pengaruh yang klasik pada mulanya mempunyai anggapan bahwa konsumen media, bukannya pesan media, sebagai titik awal kajian dalam komunikasi massa. Dalam kajian ini yang diteliti adalah perilaku komunikasi khalayak dalam relasinya dengan pengalaman langsungnya dengan media massa. Khalayak diasumsikan sebagai bagian dari khalayak yang aktif dalam memanfaatkan muatan media, bukannya secara pasif saat mengkonsumsi media massa(Rubin dalam Littlejohn, 1996 : 345).

Di sini khalayak diasumsikan sebagai aktif dan diarahkan oleh tujuan. Anggota khalayak dianggap memiliki tanggung jawab sendiri dalam mengadakan pemilihan terhadap media massa untuk mengetahui kebutuhannya, memenuhi kebutuhannya dan bagaimana cara memenuhinya. Media massa dianggap sebagai hanya sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan individu dan individu boleh memenuhi kebutuhan mereka melalui media massa atau dengan suatu cara lain. Riset yang dilakukan dengan pendekatan ini pertama kali dilakukan pada tahun 1940-an oleh Paul Lazarfeld yang meneliti alasan masyarakat terhadap acara radio berupa opera sabun dan kuis serta alasan mereka membaca berita di surat kabar (McQuail, 2002 : 387). Kebanyakan perempuan yang mendengarkan opera sabun di radio beralasan bahwa dengan mendengarkan opera sabun mereka dapat memperoleh gambaran ibu rumah tangga dan istri yang ideal atau dengan mendengarkan opera sabun mereka merasa dapat melepas segala emosi yang mereka miliki. Sedangkan para pembaca surat kabar beralasan bahwa dengan membeca surat kabar mereka selain mendapat informasi yang berguna, mereka juga mendapatkan rasa aman, saling berbagai informasi dan rutinitas keseharian (McQuail, 2002 : 387).

Riset yang lebih mutakhir dilakukan oleh Dennis McQuail dan kawan-kawan dan mereka menemukan empat tipologi motivasi khalayak yang terangkum dalam skema media – persons interactions sebagai berikut :

Diversion, yaitu melepaskan diri dari rutinitas dan masalah; sarana pelepasan emosi

Personal relationships, yaitu persahabatan; kegunaan social

Personal identity, yaitu referensi diri; eksplorasi realitas; penguatan nilai

Surveillance (bentuk-bentuk pencarian informasi) (McQuail, 2002: 388).

Seperti yang telah kita diskusikan di atas, uses and gratifications merupakan suatu gagasan menarik, tetapi pendekatan ini tidak mampu melakukan eksplorasi terhadap berbagai hal secara lebih mendalam. Untuk itu mari sekarang kita mendiskusikan beberapa perluasan dari pendekatan yang dilakukan dengan teori uses and gratifications.

  1. F.     Definisi Operasional
    1. Berita Radio

Mendefinisikan pengertian berita menurut Dja’far Assegaf (1999) adalah ”sebagai suatu kenyataan atau ide yang dapat menarik perhatian sebagian besar pembaca”. Berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting yang dapat menarik perhatian umum”.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa berita merupakan laporan tentang suatu kejadian atau peristiwa yang aktual, luar biasa dan menarik perhatian. Apabila diperhatikan secara seksama, maka berita radio juga termasuk dalam kategori ini, karena berita radio disiarkan untuk kepentingan umum. Hanya saja berita untuk radio memiliki gaya tersendiri, yaitu disebut dengan ”radio style” atau ”gaya radio”(Effendy, 1983:86).

Berdasarkan sifat radio yang auditif, dan mengandung gangguan maka berita radio menggunakan :

– kata-kata yang sederhana

– angka-angka yang dibulatkan

– kalimat-kalimat yang ringkas

– susunan kalimat yang akurat

– susunan kalimat yang bergaya obrolan

Berdasarkan sifat pendengar radio yang heterogen, pribadi, aktif dan selektif, maka naskah radio menggunakan :

– kata-kata yang umum dan lazim dipakai

– kata-kata yang tidak melanggar kesopanan

– kata-kata yang mengesankan

– pengulangan kata yang penting

– susunan kalimat yang logis

Berdasarkan kepada hal diatas, maka berita radio akan mudah didengar oleh sasaran, kemudian mengerti, tergeraknya minat, akhirnya jika berita itu bermanfaat menurut pemikiran pendengar, maka pendengar akan mencoba melakukan apa yang disiarkan dalam suatu naskah berita.

  1. G.    Metode Penelitian
    1. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya. Lokasi penelitian adalah Fakultas Dakwah Prodi Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya., yang beralamat di Jl. A. Yani No 117 Surabaya. Penelitian ini berlangsung dari Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2010.

  1. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran pada penelitian ini dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut:

–     Sufada FM

–          Program acara Taat Marka

–          Pendengar

–          Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa Tentang Tata Cara Hukum dan Peraturan Berlalu Lintas

  1. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei korelasional yang mengambil sampel dari suatu populasi sehingga penelitian ini dapat menjelaskan hubungan antar variabel. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan yang terjalin antara variabel-variabelnya ada atau tidak ada hubungan. Apabila ada, seberapa erat hubungannya serta cukup berarti atau tidak hubungan tersebut.

  1. Populasi Dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 300 sampel (dari 900 jumlah mahasiswa). Penentuan 300 tersebut diperoleh dari jumlah seluruh mahasiswa yang datang pada hari kuesioner disebar, dan dari pengembalian kuesioner yang telah diisi jawaban oleh masing-masing sampel (mahasiswa yang datang berjumlah 300 orang).

  1. Teknik Pengumpulan Data

Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dikelompokkan dalam data primer dan data skunder.

  1. Data Primer

Adalah data penelitian yang berupa informasi yang didapat dari responden yang diteliti:

–          Angket

  1. Data Skunder

Adalah data yang diperoleh dari :

–          Observasi

–          Dokumentasi

  1. Populasi Dan Sampel

Dalam Penelitian ini yan dijadikan populasi adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya. yang berjumlah 900 orang. Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini penulis menentukan dari jumlah mahasiswa yang datang pada saat hari penyebaran kuesioner dilakukan, yaitu 300 orang.

Sekitar 600 mahasiswa tidak datang, hal ini disebabkan ada sebagian yang sakit dan sebagian lagi ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan. Jadi sampel yang penulis gunakan adalah 300 sampel.

  1. Teknik Analisis Data

Untuk skor terhadap jawaban reponden penulis membedakannya menjadi 3 tingkatan, dengan nilai 1, 3 dan 5 yaitu:

  1. Nilai 1 mempunyai arti kurang atau rendah
  2. Nilai 3 mempunyai arti cukup atau sedang
  3. Nilai 5 mempunyai arti besar atau tinggi

Masalah:

Sejauh mana peranan berita lalu lintas di stasiun radio Sufada FM dalam meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat.

Hipotesis H0

Untuk melihat hubungan yang terjalin antar variabel-variabelnya ada atau tidak hubungan. Apabila ada, seberapa erat hubungannya serta cukup berarti atau tidak hubungan tersebut.

Hipotesis H1

Semakin tinggi tingkat partisipasinya, maka semakin menunjukan hasil daripada isi program berita Taat Marka di radio Sufada FM.

This entry was posted in PENELITIAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s