TEKNIK PUBLISITAS

Perjalanan Ibadah Tepat pada hari sabtu pagi saya dan rombongan dari BJEC mendapatkan undangan dari Bapak H. Asim untuk datang ke Malang dalam rangka doa bersama untuk keluarga beliau. Saya dan rombongan berjumlah 8 orang, 4 laki- laki dan 4 wanita. Kami sepakat untuk berkumpul di BJEC jam 8 pagi, seperti biasanya jam yang ditentukan molor sampai jam 10, banyak alasan dari masing anggota rombongan, ada yang masih nyuci, ada yang nunggu antri mandinya, ada yang masih melayani konsumen dirental, malahan ada yang baru bangun tidur. Akhirnya lengkap sudah rombongan kami dan langsung menuju ke jalan raya untuk naik bis kota dari Pabrik kulit ke terminal Purabaya, kami duduk dibagian belakang dan ketika baru saja kami duduk, kondektur bis langsung meminta ongkos, salah seorang dari kami yang bertugas membawa uang (bendahara) membayarnya. Selang beberapa menit berlalu tiba-tiba bis berhenti, ternyata seorang penumpang turun dan bergantian naik ibu bersama anaknya yang masih kecil, kernet bis membantu anak kecil tersebut naik ke dalam bis. Lalu ibunya duduk dikursi agak tengah dan anaknya masih berdiri di sebelah ibunya karena bingung mau duduk sudah tidak ada kursi kosong. “ lungguh le” (jawa); duduk dik, kata kernet kepada anak kecil tersebut, dengan perasaan takut anak itu langsung duduk di tempat dimana ia tadi berdiri, yakni di jalan tengah dalam bis. Kami yang melihat anak kecil itu membangunkannya dan mengajak ke ibunya. Tidak lama kemudian bis yang kami naiki sampai di terminal Bungurasih. Bagitu panas dan ramai terminal Bungurasih pada saat itu, tepat pukul 10.26 kami langsung menuju peron lalu menuju bis antar kota yang menuju kota malang, kami naik dan bis pun berjalan. Seperti biasanya kondektur bis meminta ongkos dan bendahara kami memberikannya. Saya duduk bersama ust zaini, kebetulan kami berdua mempunyai selera yang sama ketika dalam bis yaitu makan tahu asin, jajanan khas dalam perjalanan itupun kami membelinya dan makan dengan sangat nikmat. Sampai juga kita di porong, jalan yang setiap hari menjadi penghambat perjalanan dari arah Surabaya menuju kota malang ataupun Banyuwangi. Perjalanan macet sangat lama, ditambah terik matahari yang panas membuat kami terasa dibakar didalam bis ekonomi yang kami tumpangi. Setelah melewati jalan porong kami terbebas dari kemacetan, bis melaju sangat kencang menuju kota malang, begitu juga angin cendela masuk dengan kencang menyegarkan badan kami. Rasa dingin sudah terasa dibadan kami itu menandakan kami sudah sampai dikota malang, kota yang terkenal dengan buah apel dan mempunyai suhu yang sangat dingin karena letak kota tersebut berada di daerah pegunungan. Jalan yang terus menanjak dan banyaknya pepohonan disamping kanan-kiri jalan semakin menambah rasa indah perjalanan. Kami tidak turun di terminal arjosari tetapi kami turun di pertigaan TASPEN, selanjutnya menuju desa gondang, sebelum bersilaturrahmi kerumah H. Asim kami berencana untuk terlebih dahulu mampir kerumah Ust Deden, beliau adalah anggota Da’i TPI yang sudah akrab dengan lembaga kami (BJEC). Pada saat hampir sampai di pertigaan taspen, kira-kira 1 Km kernet bis teriak-teriak “ Taspen- taspen- taspen”, kami berdiri maju dekat pintu turun. Si kernet bertanya kepada ust zaini “ turun mana pak?” “taspen” jawab ust zaini. Si kernet bilang “sini ya pak?” ust zaini dengan tenang menjawab “Iya pak”. Bis pun berhenti dan ust zaini langsung turun dan disusul anggota wanita yang lain, saya bertanya kepada kernet “ pertigaan taspen itu sini ya pak?” “lo pertigaan taspen ya mas, masih agak kesana mas”. Semua orang dalam bis teriak memanggil ust zaini yang agak tertinggal oleh bis yang masih berjalan pelan. Mungkin karena habis bangun tidur jadi agak tidak sadar, dan dari rombongan tersebut hanya ust zaini yang tau pertigaan taspen dimana kita turun. Akhirnya kami sampai di pertigaan taspen dan langsung naik angkot menuju rumah ust deden di daerah gondang. Kami menyewa angkot tersebut untuk mengantarkan kami sampai kerumah ust deden. Kami sampai ditempat ust deden dan saya langsung menuju kekamar mandi untuk mengambil wudhu karena belum shalat dhuhur jadi ya cepat-cepat. Terasa sangat dingin ketika saya membasuh wajah saya, dan sangat segar air dikota malang beda dengan air kota Surabaya. Kami shalat jamah dhuhur dan dilanjutkan dengan ramah-tamah sambil makan makanan yang dihidangkan. Jam didinding menunjukkan pukul 15.00, kami pun berpamitan untuk melanjutkan kerumah H. Asim. Dengan naik angkot yang tadi kami diantarkan sampai di perumahan River side, angkot dilarang masuk kedalam perumahan tersebut. Perumahan elit yang sangat megah kawasan tepi sungai yang indah dan sangat rindang penuh dengan Pepohonan hijau. Kami berfoto-foto didepan kawasan perumahan sambil menunggu mobil yang menjemput kami. Sayang sekali cuaca mendung dan hujan rintik pun jatuh membasahi keindahan kawasan perumahan tersebut. Mobil jemputan pun datang dan kami dibawa ke rumah H. asim, sambutan hangat dari keluarga beliau seolah-olah menghilangkan rasa dingin yang kami rasakan, disana kita langsung shalat ashar berlanjut dengan dzikir dan doa bersama. Setelah itu kita dijamu dengan makan sore bersama keluarga, sendau gurau dan ramenya suasana membuat kami sangat senang bisa berkunjung kerumah beliau. Beliau meminta kami untuk berfoto bersama, tapi sangat disayangkan kamera digital yang kami bawa batreinya low, habis ketika digunakan foto-foto didepan kawasan river side tadi. Muncul ide untuk pake kamera Hp saja, meskipun hasilnya kurang maksimal yang penting ada dokumentasinya. Serangkaian acara telah terlaksana semuanya, dan kami bergegas untuk pamit pulang kesurabaya. Kami diantarkan sampai jalan raya, sebelum naik bis ke Surabaya kami belanja oleh-oleh khas kota malang. Apel, kripik apel dan kerupuk tahu, itulah jajanan yang kami bawa pulang untuk oleh-oleh. Kami naik bis menuju Surabaya, rasa capek dan senang karena telah berkunjung kemalang membuat saya tertidur pulas didalam bis. Saya terbangun ketika sudah sampai Sidoarjo, berarti sebentar lagi sampai di Surabaya. Kami bersiap- siap untuk turun di terminal Bungurasih dan dilanjutkan naik bis kota turun di pabrik kulit. Sungguh perjalanan yang lelah dan menyenangkan, mulai dari kernet bis yang kacau sampai tobat berdzikir bersama keluarga H. Asim. TEKNIK PENULISAN PR FEATURES TRAVELLING MOH. IMRON HAMZAH B06208150 4H2 PR

This entry was posted in PUBLISITAS. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s